PERANG HAMAS DAN ISRAEL YANG SEMAKIN MEMANAS
NEX-UPDATE- Dunia dipandang sudah kehilangan rasa kemanusiaannya karena perang Hamas dan Israel yang semakin memanas Ketua Badan persatuan Bangssa-Bangsa (PBB) Philippe Lazzarini menjelaskan Timur Sedang ada di "pinggir jurang" karena perang di antara Israel dan Hamas.
"Dunia sekarang kehilangan rasa kemanusiaannya," jelas Komisaris Jenderal Tubuh Kontribusi dan Tugas PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat ke BBC. Ia mengingatkan jika kekerasan bisa semakin makin tambah meluas ke semua daerah.
Lazzarini mengingatkan mengenai keadaan yang menakutkan untuk masyarakat sipil di Gaza, dan mengatakan lagi ada koridor sumbangan kemanusiaan ke daerah itu.
Bicara di Yerusalem, Lazzarini menyumpah gempuran Hamas pada Israel, dan mengatakan sebagai "pembantaian yang menakutkan dan biadab" yang sudah membuat "trauma nasional, trauma kelompok di Israel ".
"Tapi peristiwa ini tidak benarkan perang dilaksanakan tidak ada pembatasan," ujarnya.
"Dan saya tidak yakin jika membunuh semakin banyak masyarakat sipil ialah untuk kebutuhan keamanan dan perdamaian masa datang di daerah ini," lanjutnya.
Sudah diketahui, kekerasan di Pinggir Barat yang ditempati sudah bertambah semenjak Israel mulai membombardir Lajur Gaza dan bentrokan dengan Hizbullah di tepian Lebanon. Ini memacu kekuatiran jika daerah Palestina sebagai titik perselisihan menjadi front ke-3 dalam perang lebih luas.
Israel memperlancar perang menantang barisan Hamas di wilayah kantong Palestina di Gaza, tetapi tentara dan pemukim Israel mengundurkan diri dari Gaza pada 2005. Israel tetap menempati Pinggir Barat, yang diambil bersama Gaza dalam perang Timur tengah pada 1967. Hamas, yang kuasai Gaza, tewaskan lebih dari 1.400 orang dalam gempuran tiba-tiba di Israel pada 7 Oktober, yang memacu pemboman Israel yang sudah tewaskan 3.500 orang di Gaza. Israel sedang menyiapkan gempuran darat rasio penuh di Gaza untuk merusak Hamas.
Beberapa negara Barat yang memberikan dukungan Israel cemas akan berlangsungnya perang yang bertambah luas yang hendak jadikan Lebanon, dengan barisan Hizbullah yang disokong Iran, sebagai front ke-2 dan Pinggir Barat sebagai apa yang oleh media Israel dikatakan sebagai front ke-3 yang potensial.